Thursday, 27 March 2008

My Parents

Mazmur 27 : 10….lagi-lagi Firman ini, janji Tuhan yang sungguh luar biasa ini memberi kekuatan kepadaku bahkan yang membuatku semakin mengasihi dan berharap kepada-Nya. Hari-hari ini saya merasa sedih karena teringat akan kedua orang tua tercinta yang kini tiada lagi. Saya teringat akan kebaikan dan kelembutan ibu tercinta yang menjadi tempat mengadu dan mendapat kasih sayang di masa hidupnya. Kini tiada tempat mengadu dan mencurahkan isi hati. Kenangan bersama orang tua tercinta membuat saya ingin kembali ke masa lalu.

Tetapi ada satu hal yang tidak dimiliki oleh duni ini, melebihi apa yang telah diberikan oleh kedua orang tua saya. Hal itu menguatkanku, mengubah dukaku menjadi suka cita yang melimpah bahkan memberi pengharapan bagiku. Mazmur 27 : 10 “ Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.” Firman inilah yang yang menjadi penopangku sampai saat ini ketika aku teringat akan kedua orang tua tercinta. Rasa syukur yang melimpah terucapkan dari mulut dan hatiku. TUHAN adalah ayah dan ibuku yang tidak pernah meninggalkanku sedetikpun. Saat ku tidur, berjalan, saat suka dan duka Dia ada untuk menopang dan menolongku.

Thx my Parents ( JESUS MY LORD )

Thursday, 13 March 2008

Periuk yang Sedang Dibentuk

Rabu 12 Maret saya mengikuti mata kuliah Pastoral. Saat itu kami membahas mengenai apa tujuan dan bagaimana Allah menciptakan manusia. Yeremia 18 : 6b “Sunggguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku” merupakan salah satu ayat referensi yang dibahas pada kesempatan tersebut. Ayat tersebut memberikan perumpamaan bahwa manusia itu seperti tanah liat di tangan seorang tukang periuk. Tukang periuk mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk menghasilkan sebuah periuk. Sebuah periuk akan terjadi melalui proses pembuatan yang sedemikian rupa. Tukang periuk akan menghancurkan tanah liat, melakukan pembentukan dan lain sebagainya bahkan mengetahui bagaimana caranya untuk menghasilkan sebuah periuk yang bagus.
" Manusia seperti tanah liat di tangan tukag periuk “, perumpamaan ini mengingatkan saya akan kehidupan saya di INTI yang sedang berjalan hampir dua tahun lamanya. Banyak hal yang saya alami bahkan tidak jarang mengalami pergumulan yang membuat saya letih dan mengeluh. Tetapi saya semakin menyadari bahwa semua itu adalah merupakan proses sama halnya yang dilakukan oleh seorang tukang periuk saat membuat sebuah periuk. Tuhan itu tahu bagaimana Ia harus membentuk saya, baik mengenai karakter, sikap maupun tindakan. Semua pergumulan yang saya alami merupakan proses yang harus dijalani. Dia memiliki tujuan yang baik saat menciptakan manusia, bahkan dalam Yeremia 29 : 11 ada suatu pernyataan yang mengatakan bahwa Tuhan itu memiliki tujuan yang baik untuk manusia yaitu rancangan damai sejahtera. Satu hal yang saya syukuri adalah bahwa Tuhan adalah Tukang Periuk Setia yang sedang membentuk saya, bahkan Dia lebih dasyat dari pada tukang periuk yang ada di dunia ini. Dia tidak pernah meninggalkan saya saat melewati proses pembentukan.

Hidup itu adalah sebuah proses..yang setiap orang pasti mengalaminya. Sebuah periuk terjadi atas pembentukan dari seorang tukang periuk. Sama halnya dengan manusia dalam menjalani hidupnya akan mengalami pembentukan. Siapakah yang membentuk kehidupan manusia? Tuhan…Dialah yang membentuk kehidupan manusia melalui berbagai hal yang kita alami.

So : Don’t Be Fear..

Tuhan mengetahui bagaimana caranya untuk membentuk Juspair dan semua manusia menjadi periuk yang handal dan berkemenangan dalam Tuhan.

( Bukan periuk yang dipakai untuk masak Lho…)

Tuesday, 11 March 2008

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Senin 10 Maret saya mengikuti pertemuan para guru sekolah minggu di gereja GBI Mollis Bandung. Pada pertemuan tersebut semua guru di beri bahan tes karunia yang harus diisi saat itu juga.