Berbicara mengenai tantangan, maka bisa dikatakan bahwa tidak semua
orang bersedia menerima tantangan. Artinya, ada orang-orang tertentu yang
takut, tidak mau menerima bahkan menghindari tantangan. Padahal tantangan itu
sebenarnya suatu kesempatan yang bisa membawa kita pada tingkatan yang lebih
tinggi lagi.
Sejak zaman Perjanjian Lama sudah ada orang-orang yang takut dan
menghindari tantangan, namun ada juga pribadi-pribadi optimis yang tidak takut dengan
tantangan. Jika kita melihat kembali sejarah perjalanan bangsa Israel keluar
menuju Mesir, maka kita akan menemukan banyak tantangan yang dialami oleh
bangsa tersebut. Salah satu diantaranya ketika kedua belas pengintai diberi
tugas untuk mengintai tanah Kanaan. Ada tantangan yang dialami mereka. Kita
akan menemukan dua respon berbeda terhadap tantangan yang ada pada saat itu. Beberapa
diantara kedua belas pengintai memiliki rasa takut terhadap tantangan. “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu,
karena mereka lebih kuat dari pada kita”. Kata-kata ini yang diucapkan oleh
orang yang takut tantangan, sehingga itu akan melemahkan dan membuat mereka
semakin mudah menyerah terhadap tantangan. Berbeda dengan orang optimis yang
tidak takut tantangan yaitu Kaleb. Ia berkata “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan
mengalahkannya!” (Bilangan 13:30-31). Orang yang tidak takut tantangan akan
memiliki sikap semangat, tidak mudah menyerah dan keyakinan yang luar biasa
dalam menghadapi tantangan.
Tantangan apapun yang kita alami saat
ini, jangat takut! Kita harus memiliki sikap yang optimis atau tidak mudah
menyerah. Ingat bahwa dalam menjalani kehidupan ini, kita tidak pernah
ditinggalkan sendiri. Ada satu Pribadi yang senantiasa menyertai, memberikan
kekuatan dan pertolongan dalam setiap tantangan yang kita alami. Pribadi
tersebut adalah Tuhan. Dia berkuasa, setia dan baik. Hadapi tantangan
bersama-sama dengan-Nya, maka kita akan mengalami kemenagan!
“Tantangan, siapa takut? Hadapilah tantangan, ingat bahwa ada Tuhan yang
menolong ”!