Monday, 25 February 2008

Menu Pemberian Allah

Mendung dan gerimis kecil membuat cuaca semakin dingin. Malam itu (Jum'at) tepatnya pukul 19.00 WIB perut saya berbunyi yang menandakan bahwa saya sudah lapar. Walaupun cuaca kurang bersahabat, tetapi mengingat hak dari salah satu organ tubuh saya yang harus dipenuhi maka saya melangkahkan kaki saya menuju ruang makan ( Kampus INTI ). Letaknya tidak terlalu jauh, kira-kira 10 menit dari asrama saya. Tiba di ruang makan, saya membuka lemari dan menggapai ompreng (Tempat makan) yang berisi sepotong ikan asin dengan sayur daun singkong. Nafsu makan semakin berkurang saat melihat lauk atau menu tersebut. Namun sepertinya ada yang mengingatkan saya, dengan refleks saya berpikir " Syukur masih ada makanan yang bisa dimakan, ada banyak orang yang tidak bisa makan karena tidak mampu." Tanpa berpikir panjang lagi, saya bergegas mengambil nasi, berdoa menngucap syukur buat makanan tersebut dan memakannya dengan penuh ucapan syukur. Akhirnya rasa lapar hilang seketika.
Melalui hal ini saya belajar dari Firman Tuhan tepatnya yang tertulis dalam Pengkhotbah 3 : 13 yang berbunyi : "Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan dapat menikmati kesenangan dalam jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah." Firman ini mengingatkan saya bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu. Semua yang ada di muka bumi ini termasuk juga ikan asin dan sayur daun singkong adalah berasal dari Allah. Itu adalah pemberian Allah. Hanya Allah yang memilikinya. Lalu bagaimana dengan manusia? Saya hanya bisa menjawab bahwa manusia harus mensyukuri dan menghargai pemberian Allah.
Saya bersyukur kepada Tuhan karena sampai saat ini khusunya pada malam itu saya masih bisa menikmati makanan dan minuman. Ada banyak orang yang tidak bisa makan karena sulitnya ekonomi. Terima kasih Tuhan buat ikan asin dan sayur daun singkongnya.
Thank You Lord For Your Blessing.
Mendung dan gerimis kecil membuat cuaca bertambah dingin. Malam itu tepatnya pukul 19.00 WIB perut saya mengeluarkan suara yang menandakan bahwa saya sudah lapar. Walaupun cuaca kurang bersahabat dan menyadari hak dari organ tubuh saya yang harus dipenuhi, maka saya bergegas ke ruang makan (kampus INTI) kira-kira 10 menit dari asrama saya. Tiba di ruang makan, saya membuka lemari dan menggapai ompreng (Tempat makan) yang berisi sepotong ikan asin dengan sayur daun singkong. Nafsu makan saya berkurang saat lauk tersebut, tetapi dengan refleks saya berpikir " Syukur masih ada makanan yang bisa dimakan, ada banyak orang yang tidak bisa makan karena tidak mampu ."Saya bergegas mengambil nasi, berdoa ucapan syukur buat makanan yang ada. Saya memakannya dengan penuh syukur sampai pada akhirnya rasa lapar hilang seketika.
Melalui hal ini saya belajar dari Firman Tuhan tepatnya yang tertulis dari Pengkhotbah 11 : 13 " Dan bhawa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah "Ayat ini sungguh mengingatkan saya bahwa makanan dan minuman sekalipun itu hanya ikan asin dan sayur daun singkong, itu adalah pemberian Allah. Ini berarti segala sesuatu itu berasal dari Allah dan hanya Dia yang memilikinya. Lalu bagaimana dengan manusia? Saya hanya bisa menjawab " Bahwa manusia harus mengucap syukur atas pemberian Allah."
Saya bersuykur kepada Allah karena sampai saat ini bisa makan dan minum. Itu semua adalah pemberian Allah yang harus disyukuri dan hargai. Ada banyak manusia di muka bumi ini yang tidak bisa makan dan minum karena sulitnya ekonomi. Terima kasih Tuhan buat ikan asin dan sayur daun singkongnya.
Thank You Lord For Your Bless