Tuesday, 27 May 2008

Satu hal yang membuat manusia bahagia adalah ketika orang tersebut berada dalam zona nyaman. Saat orang tersebut berada dalam zona nyaman jarang sekali mau beranjak dari zona tersebut dan

Thursday, 22 May 2008

SEJARAH PENCIPTAAN


Latar Belakang

Manusia adalah mahluk yang berpikir dan banyak hal yang dipertanyakan. Salah satunya mengenai penciptaan alam semesta. Berbicara mengenai penciptaan alam semesta maka akan berhadapan dengan berbagai mitos berbeda. Salah satunya mitos yang mengatakan bahwa alam semesta terjadi karena adanya suatu ledakan.

Keberadaan mitos penciptaan menimbulkan pertanyaan bagi manusia khususnya penulis. Bagaimanakah sebenarnya sejarah penciptaan? Oleh sebab itu melalui paper ini penulis ingin membahas sejarah penciptaan khususnya dari sudut pandang Kristen. Kekristenan percaya bahwa Allah adalah pencipta alam semesta.

Definisi Penciptaan

Istilah menciptakan dipakai dalam dua arti dalam Alkitab. Pertama penciptaan langsung, merupakan menciptakan segala sesuatu yang nampak dan tidak nampak untuk kemuliaan-Nya tanpa memakai bahan yang sudah ada sebelum dunia diciptakan. Kedua penciptaan tidak langsung, merupakan tindakan Allah yang juga disebut penciptaan namun tidak bermula dari ketiadaan. Melalui tindakan ini Allah membentuk, menyesuaikan dan mengubah bahan yang sudah ada.[1]

Mitos Penciptaan

Di luar Alkitab banyak legenda atau mitos kuno mengenai teori penciptaan. Setiap bangsa mempunyai mitos penciptaan-nya. Mitos ini berkembang sebagai upaya setiap bangsa untuk menjawab pertanyaan mengenai asal-usul manusia atau penyebab makhluk hidup berada di muka bumi.

Beberapa mitos mengenai penciptaan antara lain[2] :

· Suku Batak percaya bahwa mereka adalah keturunan satu leluhur yang bernama SiRaja Batak.

· Darwin mengatakan semua bentuk kehidupan yang ada diturunkan dari nenek moyang yang sama karena beberapa varian bertahan hidup melalui suatu proses yang disebut seleksi alam.

· Suku Lakota di Amerika percaya sebelum bumi diciptakan, dewa-dewa tinggal di surga sementara manusia hidup di dunia bawah yang tidak mempunyai budaya.

· Agama Yahudi, Kristen, dan Islam sama-sama memiliki mitos penciptaan yang dimulai dari Adam dan Hawa.

Jika dilihat dari beberapa mitos di atas dapat dikatakan bahwa setiap suku bangsa memiliki pandangan berbeda terhadap penciptaan. Benar atau tidaknya mitos-mitos tersebut, bergantung kepada setiap manusia yang menganutnya. Khususnya teori evolusi Darwin mengenai asal usul manusia, dimana hipotesanya tidak mempunyai bukti yang kuat untuk mendukung asal mula kehidupan di bumi. Oleh sebab itu secara langsung atau tidak, mitos tersebut semakin membuat manusia bertanya-tanya bagaimana sebenarnya sejarah penciptaan alam semesta ini.

Penciptaan Menurut Alkitab

Alkitab tepatnya dalam Kejadian Pasal 1- 11 memberikan penjelasan pesan seorang nabi mengenai asal mula dan dasar hidup manusia, asal mula bangsa Israel pada khususnya dan manusia pada umumnya. Di dalamya terdapat jawaban atas pertanyaan seorang Israel dan setiap manusia : Apa dan siapa manusia serta dari manakah asal manusia?

Berbicara mengenai penciptaan alam semesta, Kristen percaya bahwa Allah adalah pencipta alam semesta dan segala isinya. Hal ini dapat dibuktikan dari Alkitab yaitu Kitab Suci yang pada pembukaannya memproklamirkan bahwa Allah adalah pencipta bumi dan isinya.

Allah menyusun dunia dalam enam hari dan sesudah itu pekerjaan-Nya selesailah, lalu Ia berhenti pada hari ke tujuh.

Urutan penciptaan antara lain [3]:

  1. Terang dalam ketak-berbentukan. Kabar penciptaan yang dilakukan Allah sebenarnya mulai dalam Kejadian 1 : 3 “ Berfirmanlah Allah jadilah terang “ tetapi kabar ini di dahului oleh ayat 2. Maksudnya adalah menggambarkan bumi pada waktu itu adalah sesuatu yang tidak mempunyai bentuk, tetapi kemudian dalam enam hari disusun Allah dengan baik. Oleh sebab itu Allah memulai penciptaan-Nya dengan terang yang bersinar di tengah-tengah kegelapan menurut ayat 2 menutupi samudera raya.
  2. Cakrawala. Hari pertama Allah mengalahkan kegelapan dalam ayat 2 dengan menciptakan terang. Hari kedua Allah mengalahkan samudera raya. Allah menciptakan cakrawala.
  3. Tanah dan laut, tumbuh-tumbuhan. Pada hari ketiga Allah memisahkan laut dari tanah kering dan Allah memerintahkan supaya tanah memancarkan tunas-tunas muda, tumbuhan berbiji dan pohon menurut jenisnya.
  4. Matahari, bulan dan binatang. Hari keempat Allah menciptakan benda penerang dibentangkan di langit.
  5. Ikan-ikan dan burung-burung. Hari kelima Allah memenuhi dunia dengan mahluk yang berkeriapan di air dan beterbangan melintasi cakrawala.
  6. Binatang darat dan manusia. Hari keenam Allah memenuhi darat dengan binatang dan puncak penciptaan Allah adalah menciptakan manusia.

Kitab Kejadian memuat kisah penciptaan. Penulisnya tidak dikenal tetapi Perjanjian Baru secara tidak langsuang menunjukkan bahwa Musa adalah penulisnya.

Kitab Kejadian merupakan kebenaran yang diungkapkan oleh Allah sendiri mengenai diri-Nya, manusia dan dunia tempat kita hidup[4]

Oleh sebab itu kisah penciptaan menurut Alkitab adalah merupakan kisah yang benar-benar Allah bekerja di dalamnya. Berbeda dengan mitos yang lain yang tidak ada campur tangan Allah.

Teologi Penciptaan

Teologi penciptaan ialah kepercayaan sistematis tentang Allah sebagai pencipta dunia dengan tatanannya yang kompleks dan Allah sebagai penopang dunia sampai sekarang.[5]

Perkembangan sains modern abad ke-19 membuat pembicaraan tentang Allah sebagai pencipta tidak lagi menarik. Penciptaan termasuk perkara masa lalu. Yang paling penting adalah sekarang yaitu keselamatan individu.[6]

Penulis perpendapat bahwa sebagian besar sains telah membuat manusia kurang perhatian lagi terhadap sejarah khususnya sejarah penciptaan. Hal itu disebabkan oleh kecenderungan manusia yang selalu memberikan penekanan terhadap masa yang akan datang yaitu keselamatan. Dengan demikian tidak jarang ditemukan manusia yang kurang mendapat jawaban mengenai penciptaan.

Penciptaan adalah karya Allah pertama yang kaya akan kuasa kemuliaa-Nya. Sesuai apa yang tertulis dalam Alkitab bahwa Allah menciptakan dunia ini dengan segala isinya selama enam hari. Tuhan menciptakan dunia dari tidak ada apa-apa dengan kuasa-Nya menjadi alam semesta yang tertata rapi dan baik.

Saat manusia mengerti mengenai penciptaan khususnya menurut pandangan Kristen maka manusia akan melihat kebesaran dan kemahakuasaan Allah, sehingga Dia adalah yang dapat menyelamatkan manusia. Semua yang diciptakan Tuhan baik adanya. Saat manusia diberi Allah mandate menguasai dan memelihara ciptaan-Nya, manusia gagal melakukannya. Oleh sebab itu dunia yang mulanya baik menjadi dunia yang penuh dengan kejahatan.

Kesimpulan.

Alkitab adalah Kitab Suci yang pada bab pertama membahas atau memaparkan sejarah terbentuknya dunia ini.Melalui analisa yang baik serta iman Kristen maka pemaparan tersebut memberi jawaban atas asal-mula dunia.

Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa sejarah penciptaan dunia ini yang berperan adalah Allah. Melalui kebesaran dan kekuasaan-Nya dunia telah tercipta dengan baik adanya.



[1] Henry C. Thiessen “ Teologi Sistematika “ 2003. Malang : Gandum Mas, hal 171.

[2] www. Mitos Penciptaan.

[3] F.L. Bakker “ Sejarah Kerajaan Allah “ 1996 Jakarta : BPK Gunung Mulia, Hal

[4] Jhon Balchin “ Intisari Alkitab PL “2005 Jakarta : Persekutuan Pembaca Alkitab, hal : 20

[5] H. Enoch, “Evolusi atau Penciptaan “ 1976 Bandung : Kalam Hidup

[6] Yongky Karman “ Makalah Teologi PL 1996, STT Bandung.

Thursday, 8 May 2008

Resiko Boz....

Rabu...dalam kelas Pastoral, dosen menunjukkan beberapa gambar orang yang sedang terkena penyakit AIDS. Gambar tersebut sangat memprihatinkan. Daya tahan tubuh mereka semakin berkurang bahkan organ-organ tubuh mereka mengalami kehancuran secara perlahan. Saat menyaksikan gambar yang mengerikan tersebut, saya sempat bertanya " Mengapa Tuhan mengizinkan penyakit yang mengerikan itu dialami oleh manusia?" Satu hal yang menjadi jawaban saya adalah bahwa " Setiap apa yang diperbuat manusia memiliki dampak atau resiko" Oleh sebab itu, penyakit AIDS yang dialami oleh manusia adalah resiko yang diterima dari hasil perbuatan manusia sendiri. AIDS sebagian besar disebabkan oleh penyalah-gunaan seksual dan lain sebagainya.
Malam hari...bayangan gambar-gambar penyakit AIDS itu masih terlintas dipikiranku...secara sengaja saya membuka Alkitab dan menemukan satu ayat yang telah digaris bawahi dengan tinta hitam, ayat tersebut terdapat dalam Mazmur 107 : 17 " Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka".
Ayat tersebut semakin memperjelas jawaban atas pertanyaan saya mengenai penyakit AIDS yang menimpa manusia. Artinya bahwa manusia yang mengalami penyakit, kemungkinan besar disebabkan oleh perbuatan dosa atau kesalahan.
Satu hal yang dapat saya pelajari dari orang-orang yang mengalami penyakit, khususnya penyakit AIDS. Apa yang kita perbuat, semua memiliki dampak atau resiko yang kita terima cepat atau lambat.
So : Waspadalah dalam bertindak dan berusahalah melakukan tindakan yang memberi dampak yang positif.

Wednesday, 23 April 2008

One Love

Kata " Kasih " merupakan salah satu kata yang sering didengar, tetapi hanya orang yang takut akan Allah yang bisa menyadari betapa indahnya Kasih Allah itu.
Hari-hari kulalui.. dan berbagai kegiatan saya kerjakan. Sungguh kebaikan Tuhan selalu mengiringi saya. Meskipun banyak tantangan dan godaan ada di hadapanku yang membuat rasa jenuh, tetapi ada satu hal yang membuat semangat itu pulih kembali yaitu Kasih Allah. Saya menyadari bahwa tanpa kasih Allah semua kegiatan tidak dapat kulakukan. Hari ini hatiku sangat melimpah dengan ucapan syukur atas kasih Allah dalam hidupku. Rasanya tidak bisa h disampaikan dengan kata-kata saja.
Saya berpikir..., Tuhan adalah penguasa atas segalanya, oleh sebab itu Dia berhak atas semua yang ada di muka bumi ini termasuk saya. Dia berhak untuk melakukan apa saja terhadap hidupku, bahkan Dia berhak untuk menghancurkan atau membinasakan hidupku. Tetapi kasih-Nya begitu indah dan mulia. Dia tidak pernah merancangkan rancangan yang buruk atas hidupku. Air mata jatuh membasahi pipi yang kering saat aku mengingat segala kebaikan Allah dalam hidup ini.
Ratapan 3 : 22 " Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya"
Hanya ada satu kasih yang tidak pernah berubah dan tak pernah berakhir yaitu " Kasih Allah " Kasih-Nya kekal untuk selama-lamanya. Thx Lord for Your Love in my life.
Kata kasih Allah merupakan salah satu kata yang sering didengar. Tetapi hanya orang yang takut akan Tuhan yang bisa menyadari betapa indahnya kasih-Nya.
Hari-hari kulalui.., berbagai kegiatan kampus saya ikuti. Sungguh kebaikan Tuhan selalu mengiringiku. Meskipun banyak tantangan dan godaan yang ada dihadapanku dan sering membuat rasa jenuh, tetapi ada satu hal yang membuat semangat pulih kembali yaitu Kasih Allah. Saya menyadari bahwa tanpa kasih Allah semua aktifitas tidak dapat saya lakukan. Hari ini hatiku melimpah dengan ucapan syukur kepada Allah. Rasanya ucapan syukur itu tidak bisa diucapkan dengan kata-kata saja.
Saya berpikir, Tuhan adalah penguasa atas segalanya oleh sebab itu ia berhak atas segala yang ada dimuka bumi ini termasuk saya. Dia berhak untuk melakukan apa saja terhadap hidupku bahkan berhak untuk membinasakan atau mehancurkan saya. Tetapi..., kasih-Nya begitu indah, mulia dan murni. Dia tidak pernah merancangkan rancangan yang buruk dalam hidupku. Air mata terjatuh membasahi pipi yang kering saat aku mengingat segala kebaikan dan kasih Tuhan dalam hidupku.
Ratapan 3 : 22 " Tidak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya"
Hanya ada satu kasih yang tidak pernah berubah dan tak pernah berakhir yaitu " Kasih Allah " Kasih-Nya kekal untuk selama-lamanya. Thx Lord buat kasih-Mu dalam hidupku...

Thursday, 10 April 2008

Setia…?

Sabtu saat doa pagi dan Senin saat cepel malam mahasiswa, dua kali berturut-turut saya mendengarkan khotbah yang membahas tokoh Alkitab yang sama yaitu Daniel. Dua hamba Tuhan menyampaikan khotbah tersebut dengan metode yang berbeda, tetapi dalam pembahasan mereka saya dapat menyimpulkan bahwa roh yang luar biasa dan hati yang setia itu yang menjadi kunci keberhasilan Daniel ( Daniel 6 : 4 ). Saya masih tetap percaya bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan manusia ini tidak ada yang kebetulan artinya bahwa Allah mempunyai rencana kepada setiap kita. Khususnya pada saat mendengarkan dua kotbah tersebut saya percaya bahwa itu tidak kebetulan.

Tidak mudah untuk setia kepada Tuhan apalagi saat seseorang sedang mengalami suatu masalah yang membahayakan orang tersebut. Ada banyak anak-anak Tuhan jatuh ( Tidak setia ) saat menghadapi masalah. Namun ada orang yang pernah hidup di dunia ini yang mampu menunjukkan kesetiaannya kepada Tuhan. Dia tetap menyembah dan setia kepada Allahnya walaupun ada bahaya yang mengancamnya. Orang itu adalah Daniel. Saya merasa bahwa saya adalah salah satu orang yang perlu belajar dari kehidupan Daniel. Masalah yang saya alami khususnya sebagai mahasiswa kadang membuat saya kurang setia kepada Tuhan, membuat saya malas untuk berdoa kepada Tuhan. Daniel saat mengalami masalah tetap berdoa dan setia kepada Allahnya. Allah tidak membiarkan Daniel mati dimakan oleh singa tetapi Allah menolongnya…Allah tidak akan pernah membiarkan singa-singa menghancurkan orang yang setia pada-Nya.

Thx Lord…ajar saya untuk tetap setia kepada-Mu saat menghadapi singa-singa dalam hidup ini.

Thursday, 27 March 2008

My Parents

Mazmur 27 : 10….lagi-lagi Firman ini, janji Tuhan yang sungguh luar biasa ini memberi kekuatan kepadaku bahkan yang membuatku semakin mengasihi dan berharap kepada-Nya. Hari-hari ini saya merasa sedih karena teringat akan kedua orang tua tercinta yang kini tiada lagi. Saya teringat akan kebaikan dan kelembutan ibu tercinta yang menjadi tempat mengadu dan mendapat kasih sayang di masa hidupnya. Kini tiada tempat mengadu dan mencurahkan isi hati. Kenangan bersama orang tua tercinta membuat saya ingin kembali ke masa lalu.

Tetapi ada satu hal yang tidak dimiliki oleh duni ini, melebihi apa yang telah diberikan oleh kedua orang tua saya. Hal itu menguatkanku, mengubah dukaku menjadi suka cita yang melimpah bahkan memberi pengharapan bagiku. Mazmur 27 : 10 “ Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.” Firman inilah yang yang menjadi penopangku sampai saat ini ketika aku teringat akan kedua orang tua tercinta. Rasa syukur yang melimpah terucapkan dari mulut dan hatiku. TUHAN adalah ayah dan ibuku yang tidak pernah meninggalkanku sedetikpun. Saat ku tidur, berjalan, saat suka dan duka Dia ada untuk menopang dan menolongku.

Thx my Parents ( JESUS MY LORD )

Thursday, 13 March 2008

Periuk yang Sedang Dibentuk

Rabu 12 Maret saya mengikuti mata kuliah Pastoral. Saat itu kami membahas mengenai apa tujuan dan bagaimana Allah menciptakan manusia. Yeremia 18 : 6b “Sunggguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku” merupakan salah satu ayat referensi yang dibahas pada kesempatan tersebut. Ayat tersebut memberikan perumpamaan bahwa manusia itu seperti tanah liat di tangan seorang tukang periuk. Tukang periuk mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk menghasilkan sebuah periuk. Sebuah periuk akan terjadi melalui proses pembuatan yang sedemikian rupa. Tukang periuk akan menghancurkan tanah liat, melakukan pembentukan dan lain sebagainya bahkan mengetahui bagaimana caranya untuk menghasilkan sebuah periuk yang bagus.
" Manusia seperti tanah liat di tangan tukag periuk “, perumpamaan ini mengingatkan saya akan kehidupan saya di INTI yang sedang berjalan hampir dua tahun lamanya. Banyak hal yang saya alami bahkan tidak jarang mengalami pergumulan yang membuat saya letih dan mengeluh. Tetapi saya semakin menyadari bahwa semua itu adalah merupakan proses sama halnya yang dilakukan oleh seorang tukang periuk saat membuat sebuah periuk. Tuhan itu tahu bagaimana Ia harus membentuk saya, baik mengenai karakter, sikap maupun tindakan. Semua pergumulan yang saya alami merupakan proses yang harus dijalani. Dia memiliki tujuan yang baik saat menciptakan manusia, bahkan dalam Yeremia 29 : 11 ada suatu pernyataan yang mengatakan bahwa Tuhan itu memiliki tujuan yang baik untuk manusia yaitu rancangan damai sejahtera. Satu hal yang saya syukuri adalah bahwa Tuhan adalah Tukang Periuk Setia yang sedang membentuk saya, bahkan Dia lebih dasyat dari pada tukang periuk yang ada di dunia ini. Dia tidak pernah meninggalkan saya saat melewati proses pembentukan.

Hidup itu adalah sebuah proses..yang setiap orang pasti mengalaminya. Sebuah periuk terjadi atas pembentukan dari seorang tukang periuk. Sama halnya dengan manusia dalam menjalani hidupnya akan mengalami pembentukan. Siapakah yang membentuk kehidupan manusia? Tuhan…Dialah yang membentuk kehidupan manusia melalui berbagai hal yang kita alami.

So : Don’t Be Fear..

Tuhan mengetahui bagaimana caranya untuk membentuk Juspair dan semua manusia menjadi periuk yang handal dan berkemenangan dalam Tuhan.

( Bukan periuk yang dipakai untuk masak Lho…)

Tuesday, 11 March 2008

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Senin 10 Maret saya mengikuti pertemuan para guru sekolah minggu di gereja GBI Mollis Bandung. Pada pertemuan tersebut semua guru di beri bahan tes karunia yang harus diisi saat itu juga.

Monday, 25 February 2008

Menu Pemberian Allah

Mendung dan gerimis kecil membuat cuaca semakin dingin. Malam itu (Jum'at) tepatnya pukul 19.00 WIB perut saya berbunyi yang menandakan bahwa saya sudah lapar. Walaupun cuaca kurang bersahabat, tetapi mengingat hak dari salah satu organ tubuh saya yang harus dipenuhi maka saya melangkahkan kaki saya menuju ruang makan ( Kampus INTI ). Letaknya tidak terlalu jauh, kira-kira 10 menit dari asrama saya. Tiba di ruang makan, saya membuka lemari dan menggapai ompreng (Tempat makan) yang berisi sepotong ikan asin dengan sayur daun singkong. Nafsu makan semakin berkurang saat melihat lauk atau menu tersebut. Namun sepertinya ada yang mengingatkan saya, dengan refleks saya berpikir " Syukur masih ada makanan yang bisa dimakan, ada banyak orang yang tidak bisa makan karena tidak mampu." Tanpa berpikir panjang lagi, saya bergegas mengambil nasi, berdoa menngucap syukur buat makanan tersebut dan memakannya dengan penuh ucapan syukur. Akhirnya rasa lapar hilang seketika.
Melalui hal ini saya belajar dari Firman Tuhan tepatnya yang tertulis dalam Pengkhotbah 3 : 13 yang berbunyi : "Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan dapat menikmati kesenangan dalam jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah." Firman ini mengingatkan saya bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu. Semua yang ada di muka bumi ini termasuk juga ikan asin dan sayur daun singkong adalah berasal dari Allah. Itu adalah pemberian Allah. Hanya Allah yang memilikinya. Lalu bagaimana dengan manusia? Saya hanya bisa menjawab bahwa manusia harus mensyukuri dan menghargai pemberian Allah.
Saya bersyukur kepada Tuhan karena sampai saat ini khusunya pada malam itu saya masih bisa menikmati makanan dan minuman. Ada banyak orang yang tidak bisa makan karena sulitnya ekonomi. Terima kasih Tuhan buat ikan asin dan sayur daun singkongnya.
Thank You Lord For Your Blessing.
Mendung dan gerimis kecil membuat cuaca bertambah dingin. Malam itu tepatnya pukul 19.00 WIB perut saya mengeluarkan suara yang menandakan bahwa saya sudah lapar. Walaupun cuaca kurang bersahabat dan menyadari hak dari organ tubuh saya yang harus dipenuhi, maka saya bergegas ke ruang makan (kampus INTI) kira-kira 10 menit dari asrama saya. Tiba di ruang makan, saya membuka lemari dan menggapai ompreng (Tempat makan) yang berisi sepotong ikan asin dengan sayur daun singkong. Nafsu makan saya berkurang saat lauk tersebut, tetapi dengan refleks saya berpikir " Syukur masih ada makanan yang bisa dimakan, ada banyak orang yang tidak bisa makan karena tidak mampu ."Saya bergegas mengambil nasi, berdoa ucapan syukur buat makanan yang ada. Saya memakannya dengan penuh syukur sampai pada akhirnya rasa lapar hilang seketika.
Melalui hal ini saya belajar dari Firman Tuhan tepatnya yang tertulis dari Pengkhotbah 11 : 13 " Dan bhawa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah "Ayat ini sungguh mengingatkan saya bahwa makanan dan minuman sekalipun itu hanya ikan asin dan sayur daun singkong, itu adalah pemberian Allah. Ini berarti segala sesuatu itu berasal dari Allah dan hanya Dia yang memilikinya. Lalu bagaimana dengan manusia? Saya hanya bisa menjawab " Bahwa manusia harus mengucap syukur atas pemberian Allah."
Saya bersuykur kepada Allah karena sampai saat ini bisa makan dan minum. Itu semua adalah pemberian Allah yang harus disyukuri dan hargai. Ada banyak manusia di muka bumi ini yang tidak bisa makan dan minum karena sulitnya ekonomi. Terima kasih Tuhan buat ikan asin dan sayur daun singkongnya.
Thank You Lord For Your Bless

Saturday, 9 February 2008

Pukulan yang Mengejutkan


Hari sabtu pagi, kami semester empat tidak ada kuliah. Waktu yang kosong tersebut kami pergunakan untuk doa bersama khususnya pengurus senat 2008 INTI. Dalam doa tersebut kami sungguh merasakan hadirat Tuhan, berdoa mencurahkan segala pergumulan kepada sumber segala sumber yaitu Yesus Kristus. Di tengah acara doa tersebut saat kami menyembah Tuhan, terdengar beberapa kali suara pukulan tembok dari tetangga sebelah. Suara itu membuat saya terkejut dan membuat suasana hening seketika. Hal itu menandakan bahwa tetangga itu merasa terganggu dengan suara kami dan tidak senang dengan apa yang sedang kami lakukan. Kami tidak terpengaruh dengan suara pukulan tersebut lalu berhenti berdoa, tetapi kami mencoba untuk mempraktekkan hikmat dengan terus berdoa dan mengurangi volume suara setiap kami. Saat berdoa maupun bernyanyi kami menggunakan setengah suara. Puji Tuhan doa berjalan dengan baik tanpa terdengar suara pukulan tembok lagi. Kami tidak lupa juga mendoakan tetangga kami itu maupun sekeliling tempat tinggal kami.
Dari hal ini saya dapat mengambil pelajaran bahwa dalam keadaan bagaimanapun, ancaman apapun, kesulitan apapun dan tantangan apapun yang sedang kita hadapi maka sebagai orang yang percaya harus selalu siap berdoa,memuji dan menyembah Tuhan. Saya juga belajar dari Ayub, saat dia dalam masalah yang begitu berat tetapi dia tetap percaya kepada Tuhan. Ayub dalam hidupnya merasakan tantangan atau masalah yang secara akal manusia tidak dapat diselesaikan. Namun ia tidak terpengaruh dengan setiap apa pun yang membuatnya jauh bahkan meninggalkan Tuhannya. Dia tetap dan selalu berusaha untuk percaya pada Tuhan dan itu yang membut pemulihan dalam hidupnya.