Wednesday, 26 September 2012



Tuhan Ada di Dekat Kita
(Ulangan 1:28-31)

Dua sisi dalam kehidupan manusia yaitu suka dan duka (kesulitan, masalah, penderitaan atau tekanan). Setiap kita akan mengalami saat-saat keadaan tersebut. Tidak banyak bahkan hampir tidak ada orang yang mendapatkan kesulitan saat mengalami keadaan suka atau bahagia. Sebaliknya, banyak sekali orang yang mendapatkan kesulitan saat mengalami keadaan duka. Banyak kita temukan orang yang tawar hati, takut, gentar, mudah menyerah atau putus asa saat menghadapi masalah. Sikap tersebut akan  berlanjut pada suatu tindakan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan seperti bunuh diri dan lain-lain.
            Ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, mereka banyak mengalami kesulitan, masalah, penderitaan atau tekanan. Bahkan saat kedua belas pengintai menemukan orang-orang yang lebih besar dari mereka dan orang Enak, mereka tawar hati, takut dan gentar seolah-olah tidak ada lagi harapan untuk masuk ke tanah Kanaan (Ulangan 1:28).
Jika kita memandang masalah bahkan mencoba untuk menyelesaikannya menurut pikiran dan kekuatan manusia, maka yang kita alami adalah ketakutan, mudah menyerah dan putus asa. Karena sehebat apa pun manusia, maka ia adalah tetap manusia yang memiliki keterbatasan. Akan tetapi keadaan akan sangat berbeda jika kita memandang masalah menurut kebenaran Tuhan dan menyelesaikannya bersama dengan Tuhan. Tuhan ada di dekat kita, yang akan berperang, mendukung dan membela kita dalam setiap masalah. Oleh sebab itu jangan takut, tawar hati, gentar atau putus asa dalam menghadapi masalah. Ketika kita menatap hari-hari bersama Tuhan, maka akan ada kemenangan yang luar biasa karena Dia ada di dekat kita (Ulangan 1:29-31).  

”Jangan takut dan gentar karena Tuhan ada di dekat kita”


















Beritakan Kemuliaan-Nya



(Kisah Para Rasul 22:15)
Setiap hari kita tentunya mendengar berita. Berita yang kita dapatkan disampaikan lewat media cetak, elektronik dan lain sebagainya. Berita yang beredar biasanya agak tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, disampaikan sedikit berlebihan bahkan bisa saja bertentangan dengan apa yang terjadi sebenarnya. Oleh sebab itu sangatlah penting bagi kita untuk berhati-hati mendengar, meresponi atau menyampaikan setiap berita yang ada.
Sebagai orang percaya, maka kita memiliki satu berita yang luar biasa dalam hidup ini. Tentunya kita pernah mendengar, bahkan mengalaminya sendiri dalam kehidupan pribadi. Berita tersebut tidak kalah menariknya dan sebenarnya jauh lebih menarik dari berita lainnya. Kelebihan berita tersebut antara lain: selalu eksis sepanjang masa, memiliki kuasa, tidak ada rekayasa dan disampaikan sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Wau…berita apa itu? Berita tersebut adalah berita tentang kemuliaan-Nya. Berita tentang kuasa Allah yang kita sembah di dalam Yesus Kristus, Juruselamat manusia. Kita bisa mendapatkan berita tersebut di dalam Alkitab. Yesus Kristus yakni Tuhan yang berkuasa, menyelamatkan, menyembuhkan dan melakukan banyak perkara-perkara luar biasa. Inilah berita yang luar biasa tersebut.
Sehubungan dengan berita tersebut, maka ada hal yang perlu kita perhatikan. Berita itu tidak cukup hanya kita dengar atau alami dan berlalu begitu saja. Tetapi ada tugas kita setelah mendengarnya. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kembali setiap kita bahwa tugas orang percaya adalah harus menjadi saksi-Nya yaitu memberitakan kemuliaan-Nya terhadap semua orang (Kisah Para Rasul 22:15). Tuhan ingin agar kita meresponi berita kemuliaan-nya dengan menjadi saksi-Nya. Tuhan tidak melihat setiap kemampuan untuk menyampaikan berita, tidak harus sekolah untuk menjadi jurnalis, reporter atau juru berita. Namun dengan pertolongan-Nya kita mampu melakukan itu. Biarlah setiap orang percaya memberitakan kemuliaan-Nya, agar semua manusia diselamatkan di dalam Yesus Kristus.

 “Jangan pendam berita kemuliaan-Nya, beritakan kepada semua orang!”












Waspada Mujizat Palsu
( 2 Tesalonika 2:9)
Allah yang kita sembah di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang memiliki kuasa yang luar biasa. Kuasanya kekal  dan sempurna untuk selama-lamanya, tidak berkuasa pada saat-saat tertentu saja. Namun sepanjang masa kuasa-Nya tetap ada. Oleh sebab itu jika Allah pada zaman dahulu sanggup melakukan berbagai mujizat, maka sampai detik ini pun Dia tetap  bisa melakukan mujizat dalam kehidupan orang percaya. Sungguh begitu mudahnya bagi Dia untuk melakukan itu, karena Dia adalah Tuhan.
Sampai saat ini kuasa Tuhan masih bekerja dalam kehidupan orang percaya. kita masih bisa menemukan berkat, kesembuhan, pemulihan, perubahan yang baik, damai sejahtera, kasih dan sukacita di dalam gereja-Nya. Itu adalah mujizat  yang dilakukan oleh Tuhan. Kuasa-Nya masih bekerja sampai sekarang. Namun dibalik semuanya itu kita juga harus waspada terhadap kuasa lain yang tidak berasal dari Tuhan. Ada kuasa yang tidak mengenal kebenaran dan berusaha untuk menipu manusia yaitu kuasa iblis.  Pekerjaan iblis disertai dengan rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu (2 Tesalonika 2:9). Sebelum kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali, maka akan muncul ajaran-ajaran si Iblis.  Jika orang percaya tidak waspada dengan kuasa si iblis tersebut, maka akan tertipu dan akan mengalami kebinasaan.
Penting sekali bagi orang percaya untuk tetap waspada dan berjaga-jaga. Apa hal yang bisa kita lakukan  agar kita tidak tertipu dengan mujizat-mujizat palsu? Yang harus kita lakukan  adalah membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa-doa, pujian dan penyembahan serta firman-Nya. Dengan demikian kita akan memiliki kepekaan, kekuatan dan hikmat, perlindungan yang akan menuntun kita untuk tidak tertipu dengan mujizat palsu.

“Bangun relasi intim dengan Tuhan, maka kita tidak tertipu dengan mujizat palsu”










Makananku adalah Firman-Mu ( Yohanes 4:34)



Makananku adalah Firman-Mu
( Yohanes 4:34)

Sebahagian besar orang tentunya akan tertarik jika berbicara mengenai soal makanan, bahkan menikmati makanan. Bandung adalah kota  kuliner, terkenal dengan makanan, yang lezat dan menarik banyak perhatian orang. Berbagai macam makanan tersedia di kota kembang tersebut. Banyak orang dari berbagai daerah  datang berkunjung dengan tujuan hanya untuk menikmati makanan enak, yang terdapat di Bandung. Ada kepuasan tersendiri bagi mereka yang menikmati makanan tersebut.
            Makanan yang ditawarkan di kota Bandung, yang dicari-cari oleh orang dari berbagai daerah adalah makanan jasmani. Makanan yang bersifat sementara, bisa dinikmati untuk sementara sebagai kepuasan daging saja. Memang makanan jasmani itu penting bagi kesehatan jasmani manusia, namun kita juga jangan melupakan makanan yang terpenting dalam hidup ini. Ada makanan yang sangat penting, yang dibutuhkan oleh semua orang. Makanan tersebut adalah makanan rohani. Banyak orang hanya berfokus untuk memenuhi makanan jasmani  saja dan mengabaikan kerohanian, sehingga yang muncul adalah perbuatan-perbuatan jahat.
            Makanan rohani itu sangat penting bagi kehidupan orang percaya. Ketika kita memenuhi atau memberi makan rohani maka kerohanian akan semakin bertumbuh dan kuat. Hidup semakin berbuah dan memuliakan Allah. Yesus Kristus memberikan teladan yang sempurna bagi setiap orang percaya tentang hal itu. Makanan Yesus Kristus adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Nya (Yohanes 4:34). Dia lebih mengutamakan makanan rohani, sehingga hidup-Nya tetap kuat, penuh kasih dan melakukan pekerjaan yang benar. Makanan orang percaya adalah makanan yang mendatangkan kemuliaan-Nya yaitu firman-Nya. Biarlah setiap kita tidak berhenti untuk memberi makan rohani kita dengan membaca, merenungkan, melakukan dan menyaksikan kebenaran firman Tuhan. 

“Jangan pernah berhenti memberi makan kerohanian. Berilah makan rohani kita dengan firman-Nya!”










Ia Mengangkat Bebanku (Mazmur 81:7



           Salah satu kesamaan manusia di muka bumi ini yaitu sama-sama memiliki beban atau masalah. Setiap manusia tanpa terkecuali tentunya sama-sama memiliki beban dalam hidupnya. Ada beban pribadi, keluarga, pekerjaan dan lain sebagainya. “Jika hidup maka ada  beban atau masalah”. Namun respon manusia terhadap beban itu tidak sama. Dua respon yang berbeda saat manusia mengalami beban  antara lain: pertama,ada yang meresponi beban dengan negatif (beban dianggap sebagai sesuatu yang akan menghancurkan hidup, mengandalkan kekuatan sendiri dan menghalalkan segala cara untuk menyelesaikan beban tersebut). Kedua, ada yang meresponi beban dengan positif (mengimani bahwa beban itu sesuatu yang mendatangkan kebaikan, menyelesaikan beban dengan kebenaran dan mengandalkan Tuhan).
            Respon seseorang terhadap masalah akan sangat menentukan keadaan hidup berikutnya. Perlu kita perhatikan bahwa respon negatif akan membawa hidup pada keadaan yang tidak baik, sedangkan respon positif akan membawa hidup kita pada keadaan yang indah. Orang yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan akan memilih respon positif terhadap beban. Hari ini kita belajar dan diingatkan kembali bagaimana meresponi suatu masalah dalam hidup ini.
Beban itu tidak akan membawa pada kehancuran, tetapi membawa kita pada suatu keadaan baik. Tuhan tidak membiarkan orang percaya berjalan sendiri. Penyertaann-Nya selalu sempurna. Beban atau masalah yang kita alami itu tidak akan melebihi kekuatan kita. Saat ada beban, maka Tuhan akan mengangkat dan membebaskan kita dari beban itu (Mazmur 81:7) dan kita akan mengalami kemenangan yang luar biasa di dalam Dia. Tiada hidup yang lebih indah selain selalu hidup bersama dengan Tuhan di sepanjang hidup kita sekalipun saat ada beban masalah. Biarlah kita meresponi setiap masalah dengan positif, selalu berjalan bersama Tuhan dan nikmatilah keindahan bersama Dia! 

Seberat apapun beban hidup kita, Tuhan bersedia mengangkat dan memberikan kebebasan”