Saturday, 9 February 2008

Pukulan yang Mengejutkan


Hari sabtu pagi, kami semester empat tidak ada kuliah. Waktu yang kosong tersebut kami pergunakan untuk doa bersama khususnya pengurus senat 2008 INTI. Dalam doa tersebut kami sungguh merasakan hadirat Tuhan, berdoa mencurahkan segala pergumulan kepada sumber segala sumber yaitu Yesus Kristus. Di tengah acara doa tersebut saat kami menyembah Tuhan, terdengar beberapa kali suara pukulan tembok dari tetangga sebelah. Suara itu membuat saya terkejut dan membuat suasana hening seketika. Hal itu menandakan bahwa tetangga itu merasa terganggu dengan suara kami dan tidak senang dengan apa yang sedang kami lakukan. Kami tidak terpengaruh dengan suara pukulan tersebut lalu berhenti berdoa, tetapi kami mencoba untuk mempraktekkan hikmat dengan terus berdoa dan mengurangi volume suara setiap kami. Saat berdoa maupun bernyanyi kami menggunakan setengah suara. Puji Tuhan doa berjalan dengan baik tanpa terdengar suara pukulan tembok lagi. Kami tidak lupa juga mendoakan tetangga kami itu maupun sekeliling tempat tinggal kami.
Dari hal ini saya dapat mengambil pelajaran bahwa dalam keadaan bagaimanapun, ancaman apapun, kesulitan apapun dan tantangan apapun yang sedang kita hadapi maka sebagai orang yang percaya harus selalu siap berdoa,memuji dan menyembah Tuhan. Saya juga belajar dari Ayub, saat dia dalam masalah yang begitu berat tetapi dia tetap percaya kepada Tuhan. Ayub dalam hidupnya merasakan tantangan atau masalah yang secara akal manusia tidak dapat diselesaikan. Namun ia tidak terpengaruh dengan setiap apa pun yang membuatnya jauh bahkan meninggalkan Tuhannya. Dia tetap dan selalu berusaha untuk percaya pada Tuhan dan itu yang membut pemulihan dalam hidupnya.

2 comments:

Ery Prasadja said...

Good Juspair. Sangat original. I like it

Hery Santoso said...

memang ga mudah waktu kita sedang dalam masalah untuk terus bertahan tapi hari ini bener2 kamu ingetin aku untuk belajar seperti ayub, thanks jus keren banget !