Sunday, 2 December 2012

Ratapan atas Negeri (Yeremia 8:18-22)



           Indonesia adalah bangsa yang kaya, subur, makmur dan indah. Kekayaan sumber daya alam yang ada  menjadi salah satu alasan bangsa lain untuk menguasai dan mendudukinya. Namun, negeri Indonesia tercinta yang kaya dan indah itu kini sedang dilanda oleh perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan. Pertikaian, perzinahan, korupsi, penyembahan berhala dan lain-lain menjadi suatu tindakan yang bukan asing atau tabu lagi untuk dilakukan. Manusia hidup dalam pemberontakan terhadap Allah. Kalau sudah begini, bagaimana respon kita sebagai orang percaya? Apa yang sudah dan bisa kita lakukan untuk negeri Indonesia tercinta?
            Beberapa abad yang lalu, Yehuda dan Yerusalem juga berada pada kedaan dimana orang-orang melakukan tindakan yang memberontak Allah. Manusia melakukan berbagai tindakan dosa, sehingga Allah murka terhadap mereka. Yeremia 8:18-22, dengan jelas menceritakan bagaimana respon Yeremia. Pada saat itu, ia sebagai nabi mengalami suatu kesedihan yang mendalam, meratapi bangsa tersebut. Dia tak mampu menahan air mata, merasakan kehancuran hati Allah di dalam jiwanya seperti Yesus, hatinya teriris oleh kasih yang turut merasakan luka-luka jiwa orang-orang di sekitarnya, mereka yang penuh borok kejahatan dan menantikan kebinasaan. Yeremia memohon pengampunan bagi bangsanya sambil berkabung.
            Renungan hari ini mengajak kita untuk tidak hanya berfokus pada kepentingan diri kita sendiri, tetapi mengajak kita untuk peduli akan orang lain, bahkan keadaan suatu bangsa. Indonesia yang di dalamnya terdapat banyak jiwa sungguh memerlukan pengampunan, pemulihan, keselamatan dan berkat dari Tuhan. Mari, kita memiliki hati seperti Kristus yang mementingkan kepentingan orang lain dengan melakukan kehendak Bapa-Nya. Lakukan sesuatu tindakan untuk bangsa kita! Melalui perkataan dan tindakan, jadilah berkat bagi jiwa-jiwa dan bangsa yang membawa mereka untuk mengenal Allah.Berdoalah untuk Indonesia agar Tuhan mencurahkan kasih setianya yang sanggup memulihkan bangsa kita.

 Teruslah berdoa dan jadi berkat untuk Indonesia tercinta”!


No comments: